Agar Bisnis Tak Bikin Mahasiswa Telat Lulus





Agar Bisnis Tak Bikin Mahasiswa Telat Lulus

Image Source: http://www.sage.com/na/~/media/site/sagena/responsive/images/smallbiz/start_small.jpg

Beberapa mahasiswa Indonesia di Mesir susah pulang karena melakukan bisnis sambilan. Lumayan menguntungkan sih. Namun akibatnya beberapa diantaranya menjadi molor lulusnya. Apa salahnya?

Rumah makan Bandung dengan luas kisaran 60 meter persegi itu bukan milik pebisnis besar Indonesia, namun kepemilikannya dikuasai oleh dua mahasiswa Indonesia yang sedang mencari ilmu di Kairo, Mesir. Kegiatan bisnis yang bisa dibilang tanpa izin tersebut memang marak diantara pelajar dan tidak pernah dipermasalahkan oleh pemerintah setempat. Bisa jadi hal itu karena hubungan baik kedua bangsa yang sudah terjalin sangat lama.

Rumah makan Bandung baru berdiri dua tahun, namun mampu bertahan di tengah gonjang-ganjing politik dan ekonomi negeri piramid tersebut. Bagaimana tidak, pelanggan berasal dari mahasiswa Indonesia dan Malaysia. Dengan 60-an pelanggan setiap harinya, bisa diraup omzet kisaran Rp 2,3 juta per-hari dengan keuntungan nyaris separuhnya. Sementara, sewa bulanan tempat ini kurang dari Rp 4 juta.

Di Kairo saat ini, rumah makan mahasiswa Indonesia seperti itu jumlahnya ada dua puluhan. Semuanya relatif tegak berdiri dan cukup ramai dikunjungi pelanggan. Berbagai kreasi dilakukan, mulai yang dibuat ala lesehan, hingga yang memasang karaoke. Meskipun sederhana, tapi cukup memanjakan suasana Indonesia.

Menurut Naufan, salah satu mahasiswa S2 di Al-Azhar University, motif dari pendirian rumah makan memang berbeda-beda. Sebagian bermaksud untuk menunjang kehidupannya selama studi, mencari untung, atau bahkan diantaranya untuk mengisi tabungan. “Tidak hanya itu, terdapat pemikiran bagaimana kalau usaha itu bisa dilegalkan karena bisa menjadi semacam diplomasi perut yang dijalankan oleh mahasiswa yang sedang mencari ilmu,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, jumlah WNI yang saat ini masih bertahan di Mesir berjumlah 4.947 orang yang utamanya adalah pelajar dan mahasiswa dan TKI informal. Mahasiswa Indonesia disana umumnya alumnus dari pesantren dan madrasah aliyah dari berbagai tempat di Indonesia dan saat ini kuliah di Univesitas Al-Azhar. Sebanyak 2.500 dari mereka bermukim di Kairo.

Meskipun banyak manfaatnya, bisnis ini ditengarai menjadi salah satu momok bagi sebagian mahasiswa untuk menyelesaikan kuliahnya dengan cepat. Menurut aturan Pemerintah Mesir, mereka yang studi di tahun keempat akan senantiasa diberikan perpanjangan beasiswa seberapapun lamanya jadi mahasiswa. Tidak pelak, hal ini dimanfaatkan oleh banyak mahasiswa yang kemudian menjadi asyik berbisnis. Banyak lupa kewajiban sekolahnya.

Ditengarai, tidak sedikit mahasiswa Indonesia molor-molor kelulusannya karena asyik menjadi pemandu wisata, berbisnis hingga rajin berorganisasi. Pemerintah Indonesia terus mendorong agar mereka dapat menyelesaikan studinya agar bangkunya bisa diisi oleh adik-adiknya dari Indonesia. Tidak hanya itu, KBRI Kairo juga mengadakan pelatihan wirausaha bagi mahasiswa agar ketika kembali ke tanah air bisa membangun bisnis yang yang lebih mantap. Bukan sekedar bikin warung nasi yang sewaktu-waktu mudah digusur. Jika dalam waktu dekat Anda ingin travelling ke Malang, jangan lupa cek info penginapan di Malang untuk harga dan fasilitas terbaik.

About The Author

Reply