Bisnis Bioskop Mini Punya Prospek Bagus





Bisnis Bioskop Mini Punya Prospek Bagus

Image Source: http://d3gtswiihfkcji.cloudfront.net/uploads/2016/03/14102227/Small-business-owner2.jpg

Bingung menghabiskan waktu karena tak ikut jadi pemudik? Ingin ke bioskop tapi enggan dengan antrian dan jenis film yang begitu-begitu saja?
Tenang, pilih saja bioskop mini atau bioskop privat yang disewakan dan terdapat beragam fasilitas sebagai alternatif tempat hiburan bagi keluarga atau bersama teman-teman. Asyiknya di bioskop privat ini pengunjung bisa memilih sendiri dari sejumlah film yang disediakan pengelola.

Misalnya di Subtitle Group. Pendiri Subtitle, Irna Rasad mengatakan mengawali bisnis ini dari hobi semasa kuliah. Pada tahun 2000 lalu, Irna bersama dua temannya, Enrico Pitono dan Dani Dewanto awalnya mendirikan penyewaan rental DVD Club di Jalan Latuharhary, Menteng.

“Koleksi makin banyak, para peminat kami juga makin bertambah. Tempat perlu besar, pada 2004 kami pindah ke Dharmawangsa Square dengan target segmen bisnis yang konsisten,” katanya.

Koleksi film-filmnya khusus kepada dua jenis sinema yakni foreign dan indie. Alasannya? Lulusan jurusan bisnis Universitas Parahyangan Bandung ini ingin memberikan pesan kepada para pecinta tontonan sinematik.

“Kita tidak hanya berikan alternatif tontonan tapi juga referensi. Bukan hanya hiburan, tapi mau bagi cerita bahwa film-film yang ada bukan hanya Hollywood saja. Banyak film yang inspiring,” ujar Irna.

Dari situlah, segmentasi dan konsistensi komunitas peminat dari Subtitles terbentuk. “Kalau mereka mau nonton film-film baru Hollywood silahkan ke bioskop 21 dan Blitz. Di sini, kami harus nunggu DVD originalnya keluar.”

Subtitles berlokasinya, di basement Dharmawangsa Square, dari pintu masuk lower ground ia berada di sebelah kiri. Saat memasuki Subtitles, mata pengunjung akan dimanjakan dengan ribuan koleksi film yang tertata dengan rapi. Serta ragam display produk kaos, bantal, dan komik yang dijual. Di sana juga terdapat komik terbitan Marvel yang dijual dengan plus diskon.

Subtitles didesain dengan gaya arsitektur modern dan terdapat enam ruangan bioskop mini. Lima untuk regular berkapasitas 8 orang dengan fasilitas projector dan sofa bed. Satunya lagi, untuk high definition atau blue ray (generasi baru setelah DVD). Ruangan ini hanya untuk dua orang saja.

Dewi Aryani, 26 tahun yang datang bersama kawannya, mengaku sering menonton sinema di Subtitles. “Biasanya suka cari film-film yang sudah lama, yang sudah enggak ada di mana-mana tapi ingin yang berkualitas secara gambar dan visualnya,” ujarnya kepada detikHot.

Setiap satu bulan sekali, Dewi rutin mendatangi Subtitles. Ia pun pernah mencoba ke lokasi PIX Viewing Room di Margo City. “Dua-duanya sama-sama nyaman. Yah ada harga, ada kualitaslah,” kata Dewi. Jika dalam waktu dekat Anda ingin melancong ke Yogyakarta, jangan lupa cek info penginapan di Jogja untuk harga dan fasilitas terbaik.

About The Author

Reply